BAB
I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Kayu sebagai produk organisme hidup
memiliki sifat-sifat alami yang sangat unik dan masing-masing jenis mempunyai
tampilan karakteristik yang berbeda. Sifat-sifat kayu yang unik dan
berkarakteristik tersebut saling berhubungan serta mendukung antara satu bagian
dengan bagian lainnya sehingga inherent dalam struktur anatomi sel-sel
penyusunnya. Wujud dari keunikan dan karakteristik kayu secara nyata
divisualisasikan dalam bentuk batang serta bagian penyusun pohon lainnya
sehingga membuat kayu menarik untuk ditelaah.
Namun dalam pengunaannya kayu sehari-hari
kajian tentang struktur atau karakteristik anatomi secara mikroskopis tidak
terlalu diutamakan. Padahal dari sifat dasarnya dapat menjadi tinjauan dalam
pengidentifikasian serta pemanfaatan kayu sesuai sifat alaminya. Menurut
Wahyudi, Pandit dan Budihartoko (1995) agar penggunaan suatu jenis kayu tepat
dan efisien, maka macam dan tujuan penggunaan kayu harus disesuaikan dengan
sifat-sifat yang dimiliki oleh kayu tersebut. Dengan mengetahui sifat dasar
kayu memberikan manfaat yang maksimal dalam proses pengenalan jenis kayu secara
ilmiah serta meningkatkan kualitas penggunaan dalam kerangka pelestarian hutan
yang tersisa.
Keberadaan hutan penghasil kayu yang
ada di Indonesia, hampir seluruhnya terdiri dari hutan tropika basah yang
terkenal akan berbagai jenis kayu. Menurut hasil penelitian, hutan tropika alam
Indonesia tersebut dihuni oleh lebih kurang 4.000 jenis kayu dan baru sekitar
400 jenis yang sudah dikenal dalam perdagangan (Pandit dan Prihatini, 2006).
Begitu halnya dengan hutan di Kalimantan Barat yang masuk dalam kategori hutan
tropika basah, masih terdapat jenis pohon yang belum diketahui identifikasinya
secara lengkap dan ilmiah, termasuklah varietas ulin atau yang dikenal dengan
nama belian (Eusideroxylon zwageri T.et.B).
BAB II
Isi
KAYU ULIN
Klasifikasi
ilmiah
Kerajaan:
|
Plantae
|
(tidak
termasuk)
|
Magnoliids
|
Ordo:
|
Laurales
|
Famili:
|
Lauraceae
|
Genus:
|
Eusideroxylon
|
Spesies:
|
E. zwageri
|
Nama binomial Eusideroxylon
zwageri
Ulin
atau disebut juga dengan bulian atau kayu besi adalah pohon berkayu dan
merupakan tanaman khas Kalimantan. Kayu ulin terutama dimanfaatkan sebagai
bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, dan
perkapalan. Ulin merupakan salah satu jenis kayu hutan tropika basah yang
tumbuh secara alami di wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Ulin
termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter
sampai 120 cm . Pohon ini tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m.
Ulin umumnya tumbuh pada ketinggian 5 – 400 m di atas permukaan laut dengan
medan datar sampai miring, tumbuh terpencar atau mengelompok dalam hutan
campuran namun sangat jarang dijumpai di habitat rawa-rawa.Kayu Ulin juga tahan
terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut sehingga sifat
kayunya sangat berat dan keras. Pohon ulin agak terpisah dari pepohonan lain
dan dikelilingi jalur jalan melingkar dari kayu ulin. Di bagian bawah pohon
ulin terdapat bagian yang berlobang.
Proses pemuliaan alami di hutan bekas tebangan umumnya
kurang berjalan dengan baik. Perkecambahan biji Ulin membutuhkan waktu cukup lama
sekitar 6-12 bulan dengan persentase keberhasilan relatif rendah, produksi buah
tiap pohon umumnya juga sedikit. Penyebaran permudaan alam secara umum
cenderung mengelompok. Ulin tumbuh di dataran rendah primer dan hutan sekunder
sampai dengan ketinggian 500m. Biji ulin lebih suka ditiriskan baik tanah,
tanah liat berpasir ke tanah liat, kadang-kadang batu kapur. Hal ini umumnya
ditemukan di sepanjang sungai dan bukit-bukit yang berdekatan. Hal ini
membutuhkan rata-rata curah hujan tahunan 2500-4000 mm.
Di Kalimantan, kayu ulin sudah di pakai sebagai bahan utama untuk membuat rumah, khususnya dikalangan suku Dayak. Kayu ulin yang bagus untuk dijadikan bahan baku rumah ialah kayu ulin yang sudah tua. Semakin tua umur kayu ulin, semakin keras kayunya.
Saat ini kayu ulin sudah langka. Hal ini disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan, tingkat keberhasilan perkecambahan yang kecil, serta pembalakan hutan liar. Dikhawatirkan jika tidak segera dilestarikan, kayu ulin akan punah.
Di Kalimantan, kayu ulin sudah di pakai sebagai bahan utama untuk membuat rumah, khususnya dikalangan suku Dayak. Kayu ulin yang bagus untuk dijadikan bahan baku rumah ialah kayu ulin yang sudah tua. Semakin tua umur kayu ulin, semakin keras kayunya.
Saat ini kayu ulin sudah langka. Hal ini disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan, tingkat keberhasilan perkecambahan yang kecil, serta pembalakan hutan liar. Dikhawatirkan jika tidak segera dilestarikan, kayu ulin akan punah.
Salah satu ciri khas tumbuhan Kalimantan
adalah Kayu Ulin nya. Dahulu penduduk asli maupun pendatang, baik yang tinggal
di pingiran hutan maupun tinggal di atas air dengan rumah panggungnya ,
memanfaatkan kayu ulin sebagai bagian utama dari tiang, lantai rumah, pagar,
patok-patok tanah, atap sirap dsb. Kayu ulin mempunyai keistimewaan yang khas
yaitu selain keras, berat, juga tidak lapuk kena air bahkan justru lebih tahan
lama. Ulin termasuk diantara kayu yang cukup tahan akan serangan rayap. Ulin
juga hidup di sebagian hutan pulau Sumatera. Warnanya dari mulai coklat sampai
ke hitam-hitaman. Dari sisi kelemahan nya adalah dapat retak bila terkena suhu
panas yang lama.
Seiring perjalanan waktu, maka
kayu ulin sekarang ini sudah cukup sulit di dapat. Exploitasi penebangan kayu
yang kurang terkontrol dimasa lalu, serta disebabkan pula adanya kebakaran
hutan, membuat populasi pohon ulin menyusut drastis. Sebagian kayu ulin yang
ada di toko kayu bahan bangunan berasal dari pohon ulin yang usianya relatif
muda, Padahal untuk menyemai sampai pohon ulin siap di tebang membutuhkan waktu
puluhan tahun. Entahlah kalau teknologi pembudi-dayaan tumbuhan telah maju
pesat sehingga tidak butuh waktu lama, seperti pohon jati yang sekarang ini
sudah ada beberapa varian seperti jati super, jati Salomon dsb.
Sejauh ini sepertinya belum banyak
kemajuan dalam rekayasa pembudidayaan pohon ulin agar cepat tumbuh sebagai
pohon bernilai tinggi. tidak seperti pohon jati yang kini ada varietas Jati
Super yang konon sudah dapat di manfaatkan dengan waktu tanam sekitar dari 5 – 10 tahun saja. Namun Departemen Kehutanan
bukannya tidak merintis kearah pembudi-dayaan Ulin. di sebagian daerah
Kalimantan sudah ada usaha untuk pembudidayaan pohon Ulin. Salah satu pohon
ulin terbesar di Dunia yang masih hidup berada di Taman Nasional Kutai +/- 40
Km dari Bontang dengan diameter +/- 2.7 Meter. Sayangnya pohon ini pernah patah
dan sudah berlubang di tengahnya. Namun pohon tetap dijadikan monument hidup
dari keberadaan pohon ulin, khususnya di Kalimantan. Dengan berkurangnya
pasokan kayu ulin di pasaran maka ternyata juga menggeser penggunaan atau
fungsi ulin dari sebagai bahan material bangunan, kearah yang menghasilkan
nilai jual lebih tinggi seperti untuk pembuatan mebel dan ukiran serta souvenir
khas motif dayak.
Salah satu patokkan tinggi rendahnya
mebel atau karya ukir dari ulin adalah tingkat kerumitan motif, usia kayu dan
lebar papan ulin yang digunakan. Semakin lebar papan ulin secara utuh,
menunjukan semakin tua usia kayu tsb. dan otomatis semakin mahal pula harganya.
Kisaran harga mulai dari sekitar 4 juta s/d Puluhan juta tergantung barang nya.
Hal itu pula yang ternyata 7 tahun terakhir mulai diminati oleh sebagian
peminat mebel-mebel kayu bermotif tradisional. Berbeda dengan ukiran-ukiran
dari kayu Jati, maka rata-rata ketebalan papan kayu ulin lebih tebal dari kayu
jati dalam hal pembuatan misalnya peti berukir, mebel, tempat tidur, bingkai
cermin dsb. Perkembangan kebutuhan mebel ukiran kayu dari Ulin membuat mata
pencaharian tersendiri bagi pencari ulin di hutan sebagia pemasok bengkel
mebel. Dalam kelompok kecil mereka masuk jauh kedalam hutan untuk menebang ulin
berdasarkan pesanan. Mereka juga menggunakan Kerbau sebagai alat untuk menarik
balok Ulin. Biasanya mereka juga memotong-motong ulin didalam hutan sesuai
pesanan.
Dahulu mereka memotong ulin menjadi
balok-balok kayu ukuran 10X10, 5X10, dan papan ulin dengan rata-rata panjangnya
4 Meter untuk kebutuhan bangunan, namun kini untuk kebutuhan Pengerajin mebel
atau ukiran Ulin mereka sepertinya selektif dengan mencari pohon ulin berukuran
besar dan dipotong-potong menjadi papan ukuran panjang 2 meter x lebar batang
dengan ketebalan hampir 4 inci. Bisa dibayangkan papan ulin utuh dengan
ukuran panjang 1.5 Meter dan lebar 1 meter serta ketebalan 4 Inci membutuhkan
sekitar 8 orang untuk mengangkatnya. Kegiatan penebangan ulin tsb. bisa
jadi Ilegal, namun sejauh ini bengkel-bengkel mebel ukiran ulin belum ada satu
pun yang bahan baku nya di sita sama aparat. Ulin memang sangat keras ,padat
dan berat dan cenderung tenggelam bila dimasukan kedam air. Sekarang ini bukan
saja pengrajin mebel lokal yang sangat berminat mengembangkan kerajinan mebel
ulin, tapi pengerajin dari Bali pun sudah mulai menaruh minatnya akan kayu ulin
untuk mendapatkan papan-papan ataupun bonggol akar ulin untuk disulap menjadi
barang seni berkwalitas tinggi. bila dibanding jati, maka kayu ulin lebih keras
bila dipahat. Ukiran Ulin tidak terlalu mementingkan tampilan motif serat kayu,
karena boleh dikatakan tidak bermotif serat seperti halnya Jati. Kayu Ulin
dipahat/di ukir pada saat kayu masih mengandung cukup air atau basah agar lebih
mudah memahatnya. Begitu kira-kira seorang pemahat ulin yang pernah bercerita.
Kerajinan mebel dan ukiran khas dayak dari kayu ulin rata-rata berbentuk peti
ulin, tameng khas dayak, kursi tamu, bingkai cermin, tempat tidur. Bahkan kusen
dan daun pintu berukir. Kadang untuk menuntaskan 1 Peti ukiran ulin ukuran 2 x
1 x 0.5 mtr membutuhkan waktu berbulan-bulan.
itu termasuk menunggu kiriman bahan baku dari pemasok.
Hal ini yang menjadikan salah satu para penggemar menjadi kian penasaran.
Salah satu ciri yang membedakan
antara ukiran jati dan Ulin adalah bahwa papan ulin yang digunakan sebagai
bahan dasar mempunyai ketebalan yang lebih dari rata-rata tebal papan jati
untuk kebutuhan yang sama. Di tempat bengkel ukiran yang di temui, sebagian
pengukir justru didatangkan dari Jepara. Jika anda tertarik dengan ukiran dari
Ulin, siapkan saja kocek yang lumayan banyak untuk produk kayu yang sangat
keras ini. Biasanya barang-barang yang menggunakan bahan baku papan ulin ukuran
lebar tidak ready stock. Barang tersebut lebih banyak di buat berdasarkan
pesanan. Kalau anda memesan tempat tidur ukuran utama, harus dipikirkan matang-matang
apabila akan di tempatkan di lantai II rumah anda. Hal ini karena Bobot tempat
tidur itu sendiri sudah cukup berat, walau pemasangannya menggunakan system
knock-down. Bila disandingkan dengan Mebel Jati, jelas dari segi tampilan serat
kayu, Jati lebih unggul. Tapi kalau dari segi ciri khas, Ulin lebih exclusive
karena keterbatasaan bahan baku alamnya apalagi nanti berkembangan dengan di
kombinasikan perhiasan dari batu kecubung yang violet. Menurut para pengerajin,
ada sedikit kelemahan kayu ulin yang dibuat untuk mebel atau benda seni atau
ukiran. Pada suatu saat, diantara kayu ulin itu itu seperti merekah atau retak.
Untuk mengatasinya biasanya para bengkel atau toko mebel ulin bersedia membantu
merepasasi kayu ulin yang merekah atau pecah. Sekali lagi, bila di banding
dengan mebel yang dibuat dengan bahan dasar kayu Jati, maka masing-masing punya
kelebihannya. Jati selain keras juga menampilkan keindahan serat-serat kayu
yang alami. Ulin lebih kepada kekerasan dan ke khas-an nya. Tidak terlihat
serat kayunya, hanya kayu atau papan yang dipakai cenderung lebih tebal dan
berwarna coklat tua bahkan bila sudah lama akan hitam mengkilat.
BAB
III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Kayu
ulin adalah salah satu ciri dari tumbuhan Kalimantan Barat. Penduduknya Kalbar,
dari dahulu telah memanfaatkan kayu ulin untuk segala keperluan bangunan,
lantai rumah,pagar,patok-patok tanah dll. Kayu ulin terutama dimanfaatkan
sebagai bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, dan
perkapalan sekarang kayu ulin juga digunakan untuk membuat mebel dan kerajinan.
Hal ini karena sifat kayu ulin yang khas dari kayu lain. Ulin merupakan salah satu jenis kayu hutan
tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah Sumatera bagian selatan dan
Kalimantan. Kayu ulin mempunyai keistimewaan yang khas, yaitu selain keras dan
berat, juga tidak lapuk terkena air bahkan justru tahan lama. Kayu ulin ini
juga termasuk kayu yang tahan terhadap rayap. Namun, ada kelemahan dari kayu
ulin ini, yaitu akan mengalami retak-retak bila terkena suhu panas.
3.2
Saran
Sebagai
bagian dari masyarakat Kalimantan Barat, sudah sepantasnya kita berusaha untuk
dapat melestarikan kayu ulin ini. Karena kayu ulin ini adalah kayu khas
Kalimantan. Selain itu, tentunya agargenerasi setelah kita masih bisa melihat
Pohon dari kayu ulin dan masih dapat memanfaatkan hasil kayunya
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar