Langsung ke konten utama

Postingan

KENDALA PENGELOLAAN DALAM SILVIKULTUR

Pemilihan perlakuan silvikultur selalu dikendala oleh pertimbangan-perrtimbangan ekologis, pengelolaan dan sosial. KENDALA EKOLOGIS Kualitas Tempat Tumbuh . Kualitas tempat tumbuh alami atau potensi produktivitas merupakan faktor yang dominan diantaranya kesuburan tanah, ketinggian, arah kelerengan dan kelerengan.  pada umumnya, semakin produktif tempat tumbuh semakin banyak perlakuan yang dapat dipertimbangkan. Vegetasi yang ada . Sifat agregasi vegetasi yang ada pada setiap tegakan harus diperhitungkan dan di jadikan modal. terdapatnya genotipe tertentu dan ciri-ciri fisiologis relatifnya mempengaruhi pemilihan perlakuan silvikultur. Hal ini benar karena perlakuan tertentu bertujuan mengurangi beberapa komponen campuran vegetasi, sedangkan yang lain sengaja bertujuan pembebasan. kemampuan tumbuhan memberikan respon terhadap alternatif cara-cara ini harus diramalkan. Lingkungan Mikro . Karena pertumbuhan tanaman dipengaruhi dengan kuat oleh lingkungan, lingkungan m...
Postingan terbaru

Konsep Penyakit Pada Tumbuhan

         Tumbuhan dikatakan sehat atau normal apabila tumbuhan terebut dapat melaksanakan fungsi-fungsi fisiologisnya sesuai dengan potensial genetik terbaik yang dimilikinya. diantara fungsi tersebut adalah mencakup pembelahan, diferensiasi dan perkembangan sel yang normal; peyerapan air dan mineral dari tanah dan mentranslokasikannya ke seluruh bagian tumbuhan; fotosintesis dan translokasi hasil-hasil fotosintesis ke tempat-tempat penggunaan dan penyimpanannya; metabolisme senyawaa-senyawa yang sintesis; reproduksi; dan penyimpanan persediaan makanan untuk reproduksi dan kebutuhan setelah berakhirnya musim dingin.          Apabila tumbuhan diganggu oleh patogen atau oleh  keadaan lingkungan tertentu maka salah satu atau lebih fungsi-fungsi fisiologis tanaman tersebut akan terganggu sehingga terjadi penyimpangan dari keadaan normal, maka tumbuhan menjadi sakit. penyebab utama penyakit pada tumbuhan dapat berupa organisme hid...

Makalah Anatomi Kayu Ulin

BAB I Pendahuluan A.     Latar Belakang Kayu sebagai produk organisme hidup memiliki sifat-sifat alami yang sangat unik dan masing-masing jenis mempunyai tampilan karakteristik yang berbeda. Sifat-sifat kayu yang unik dan berkarakteristik tersebut saling berhubungan serta mendukung antara satu bagian dengan bagian lainnya sehingga inherent dalam struktur anatomi sel-sel penyusunnya. Wujud dari keunikan dan karakteristik kayu secara nyata divisualisasikan dalam bentuk batang serta bagian penyusun pohon lainnya sehingga membuat kayu menarik untuk ditelaah. Namun dalam pengunaannya kayu sehari-hari kajian tentang struktur atau karakteristik anatomi secara mikroskopis tidak terlalu diutamakan. Padahal dari sifat dasarnya dapat menjadi tinjauan dalam pengidentifikasian serta pemanfaatan kayu sesuai sifat alaminya. Menurut Wahyudi, Pandit dan Budihartoko (1995) agar penggunaan suatu jenis kayu tepat dan efisien, maka macam dan tujuan penggunaan kayu harus disesuaika...

9 RENUNGAN MOTIVASI

Berikut ini  artikel untuk merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri (Self Reframing) : 1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI “Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat.  Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze) Perenungan Diri: Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 – 2 menit. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja. Tanyakan ke dalam diri sendiri: “Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?” Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: “Besok mau senyum aja aaah…” dan tidurlah dengan senyum… zzz…zzz… Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa m...

Sejarah Pengelolaan Hutan Alam di Indonesia

Indonesia memiliki hutan tropis terluas ketiga setelah Brazil dan Republik Demokratik Kongo. Luas kawasan hutannya sekitar 120,4 juta ha atau sekitar 68% dari total luas wilayah daratan (Baplan 2002). Hutan Indonesia merupakan habitat bagi spesies flora dan fauna penting dunia. Tercatat  Hutan Indonesia menjadi habitat bagi 17% spesies burung, 16% reptile , 16% amphibi, 12% mamalia dan 10% tanaman di dunia. Forest Watch Indonesia mencatat laju deforestasi pada periode 2000-2009 adalah 1.515.892,66 Ha/tahun dengan luas deforestasi yang mencapai 15.158.926,59 Ha (periode 2000-2009) serta tutupan hutan (forest cover) Indonesia pada tahun 2009 yang hanya menyisakan sekitar 88.170.440,19 Ha (FWI, 2011). Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada tahun 2010 memperkirakan bahwa luas tutupan hutan Indonesia berkurang dari 118,5 juta ha pada tahun 1990 menjadi 94,4 juta ha pada tahun 2010 atau berkurang sekitar 24,1 juta hektar selama 20 tahun. Sekitar 77% dari kawasan tersebu...

KESETIMBANGAN BENDA DAN TITIK BERAT

·          KESETIMBANGAN BENDA Kesetimbangan adalah suatu kondisi benda dengan resultan gaya dan resultan momen gaya sama dengan nol. Kesetimbangan biasa terjadi pada : 1. Benda yang diam (statik), contoh : semua bangunan gedung, jembatan, pelabuhan, dan lain-lain. 2. Benda yang bergerak lurus beraturan (dinamik), contoh : gerak meteor di ruang hampa, gerak kereta api di luar kota, elektron mengelilingi inti atom, dan lain-lain. Benda tegar adalah benda yang tidak berubah bentuknya karena pengaruh gaya dari luar. Kesetimbangan benda tegar dibedakan menjadi dua: 1.       Kesetimbangan partikel 2.       Kesetimbangan benda 1. Kesetimbangan Partikel Partikel adalah benda yang ukurannya dapat diabaikan dan hanya mengalami gerak translasi (tidak mengalami gerak rotasi). Syarat kesetimbangan partikel F = 0 Fx = 0 (sumbu X) Fy = 0 (sumbu Y) 2.  Keseimbangan Benda Syarat...