Pengenalan
Penyakit tanaman disebabkan oleh
bermacam variasi dari organisme, mencakup fungi, organisme cendawan, virus,
phytoplasma, tanaman parasit, nematoda dan protozoa (Agrios 2005). Karena kayu
alam dari pepohonan, fungi, organisme cendawan, dan dwarf mistletoes cendrung
menjadi penyebab terbanyak dari penyakit hutan (Manion 1991, tainter dan baker
1996, agrios 2005). Bakteri, virus, phytoplasma, dan nematoda merupakan
penyebab penting dari penyakit yang menyerang jaringan halus tanaman pertanian
sama seperti fungi. Flagelata protozoa juga telah masuk dalam penyakit tanaman
(matinya floem pada pohon kopi), tetapi bukanlah semua penyebab penyakit hutan
(agrios 2005). Protozoa juga menyerang serangga sama seperti virus, bakteri dan
fungi (liat bagian 19). Pada bagian ini kami membahas tentang organisme
penyebab penyakit, klasifikasinya, siklus hidup, dan penyakit yang disebabkan
oleh fungi, serta penyebaran dan ekologi dari fungi.
Pembahasan organisme
penyebab penyakit
Organisme hidup diklasifikasikan
menjadi tiga domain: eukaria( organisme eukariotip), bakteri (bakteri
prokariotip), dan archae( archae bakteria prokariotip-halophiles, methanogens,
dan extreme thermophiles). Eukaria meliputi kingdom sebagai berikut : plantae,
animalia, fungi/ eumycota), protista(protozoa, beberapa alga dan jamur seperti
protista), dan straminipila/chromista (kelompok fungi dengan selulosa di
dinding sel [oomycota] dan beberapa alga). Banyak ahli biologi sekarang
menggunakan pohon kehidupan sampai analisis DNA untuk memeriksa hubungan
phylogenetic antar kelompok organisme. Reproduksi, morfologi, pengusiran, dan
tipe penyakit yang disebabkan fungi, tanaman parasit, bakteri, virus,
phyoplasma, dan nematoda akan dibahas berikutnya. Morfologi dan reproduksi untuk
tiap kelompok akan ditampilkan di figure 10.1
Fungi dan organisme
cendawan
Diperkirakan terdapat lebih dari 1,5
juta jenis fungi dan organisme cendawan dimuka bumi, namun hanya 80.000 sampai
120.000 jenis yang dapat dijelaskan (webster dan weber 2007). Sekitar 10% jenis
diketahui menyebabkan penyakit tanaman dan penyebab kecil dari penyakit hutan
(alexopoulus et al 1996)
Beberapa bersifat parasit( mereka
dapat tumbuh hanya didalam tubuh inang), yang
lain dapat hidup pada organisme mati sama baik dengan hidup ditubuh inang, baik
itu parasit ataupun saprofit. Sebagian besar fungi, merupakan saprofit atau
dekomposer. Banyak berhubungan dengan serangga (lihat bagian 19 dan 21).
Beberapa fungi membentuk simbiosis yang menguntungkan dengan akar tanaman yang
dikenal sebagai mikoriza, yang membantu tanaman dalam nutrisi dan penyerapan
air dan melindungi akar dari organisme perusak(lihat bagian 11). Banyak
penyakit karna fungi disebabkan oleh dihasilkannya enzim yang merusak selulosa
dan/atau lignin pada tanaman, yang merupakan penyusun utama dinding sel
tanaman. Kerusakan lain dikarenakan dihasilkannya racun atau secara fisik
menutup jaringan halus, menyebabkan layu( agrios 2005). Sama seperti sapropit,
parasit, atau mikoriza fungi, beberapa fungi merupakan endophyta. Jamur
endophyta hidup disemua bagian dari tanaman hidup, termasuk daun lebar dan daun
jarum,serabut akar, serta ranting, tanpa menyebabkan penyakit dan umumnya tidak
terlihat. Mereka memiliki banyak fungsi, seperti kemampuan untuk tumbuh dilingkungan
asin dan tahan terhadap patogen( ganley et al. 2008). Beberapa ahli biologi
mengkelompokkan mikoriza arbuskular kedalam endopyta.
Ahli biologi tradisional mendefinisikan fungi
sebagai eukariotip, penghasil spora, organisme tak berklorofil dengan menyerap
nutrisi yang bereproduksi sexually dan/atau asexually (alexopoulus et al 1996).
Tahap vegetatif fungi kebanyakan terdiri atas cabang mycelium.
Beberpa fungi seperti ragi, jarang
membentuk micelium dan terdiri atas sel tunggal atau kumpulan dari beberapa
sel. Cabang individu atau filament dari fungi disebut hifa dengan diameter dari
0,5 um sampai lebih dari 100um. Panjang miselium mungkin hanya mikrometer pada
beberapa fungi(mereka tumbuh diatas permukaan batu). Untuk beberapa meter fungi
menghasilkan helaian mycelial atau rhizomorphs(alexopoulus et al 1996).
Rhizomorp merupakan struktur mycelial yang menyerupai akar. Biasanya rhizomorp
bewarna hitam atau coklat. Beberapa fungi memiliki rhizomycelium, atau helaian
yang berbeda mengubah diameter secara terus menerus. Pertumbuhan hifa terjadi
pada ujung-ujung hifa. Hifa dari fungi dapat membuat banyak sekat dengan
dinding bersilang(septa) berisi satu atau lebih inti sel per sel, atau mereka
mungkin coenocytic, tidak memiliki septa dan terdiri atas satu continous,
tubular, cabang atau tak bercabang, sel berinti banyak. Bagian dari septate
hifa ditunjukkan di figure 10.2
Jamur menghasilkan spora yang
digunakan untuk pengusiran dan bertahan hidup. Beberapa spora memiliki
flagelata dan motile di tanah basah. Kebanyakan spora terbang keudara(agrios
2005). Spora dapat menjadi sexual atau asexual, dan dapat dihasilkan diluar ataupun
didalam. Asexual terbang keudara diilistrasikan difigure 10.2. fungi juga
membentuk chalamydospores atau dinding tebal asexual tempat hidup spora.
Sambungan atau sel intercalar dari hifa dapat membesar, berondongan, membentuk
dinding tebal, dan salinan. Fungi lain menghasilkan arthspores atau oidia
dimana hifa hifa patah mejadi bagian sel dan menjadi spora. Struktur yag
bertahan seperti sclerotia atau micrisclerotia juga diproduksi. ini merupakan
daya tahan tubuh untuk kondisi yang tidak menguntungkan mungkin karena dormansi
untuk periode yang panjang dan berkecambah ketika kondisi baik
kembali(alexopoulos et al 1996).fungi da organisme cendawan (omycota) dijelskan
lebih detail dibagian ini, termasuk klasifikasinya, struktur hidup, penyebaran
ekologi, dan penyakit yang mereka sebabkan.
Tanaman parasit
Tanaman yang hidup sebagai parasit
pada tanaman lain adalah hal biasa dengan lebih dari 2500 jenis telah diketahui
(agrios 2005). Seperti akar tanaman ditanah, mereka menghasilkan bunga dan
biji. Mereka begitu untuk memperluas persebaran famili botani. Hanya beberapa
tanaman parasit yang diketahui, meyebabkan penyakit penting pada tanaman.
Sebagian besar famili dan genus penyebab penyakit pada tanaman ditunjukkan pada
tabel 10.1. dwarf dan mistleloes merupakan hal penting. Beberpa tanaman parasit
memiliki klorofil seperti tanaman hijau,tetapi yang lain memiliki sedikit atau
tidak berklorofil, seperti dodder, yang menggantungkan semua pada tanaman inang
untuk menjalani kehidupannya(agrios 2005)
Tanaman dwarf mistletoe arceuthobium
tsugense sub sp. Tsugense terjadi pada pinus, ditunjukkan di fugure 10.3. dwarf
mistletoes seperti kekuning-kuningan sampai kecoklatan hijau, atau hijau zaitun
dengan ranting yang menyatu dengan batang, biasanya penjangnya kurang dari 10
cm (hawksworth and wiens 1996). Daunnya tidak mencolok, simetris, berhadapan,
dan warnanya sama seperti batang. Dalam cabang atau batang pada tanaman inang
memilikipercabangan haustorial dan sinkers bertempat di floem dan xilem yang
mana tanamanmenyerap air dan nutrisi. Mereka bertipe menghasilkan bengkak
(figure 10.3) dan menyapu pada cabang pada inang (lihat figure 14.1 pada hal
360) dan menghambatpertumbuhan. Infesi yang hebat dapat membuat pohon mati.
Penyebaran dalam jarak pendek lewat udara lembab biji akan tumbuh menjadi
tanaman. Burung akan membawa penyebaran itu ke jarak yang lebih jauh(hawksworth
and wiens 1996). Dwarf mistletoes dibahas lebih detil pada bagian 14.
Mistletoes rindang umumnya terjadi
pada tanaman daun lebar diseluruh dunia,diiklim hangat. Mereka menyerang tidak
hanya tumbuhan hutan tapi juga terjadi pada apel, ceri, jeruk, karet, coklat,
dan pohon kopi(agrios 2005). Beberapa pohon daun jarum seperti juniper(figure
10.4) dan cypress juga memiliki mistletoes (scharpf 1993). Tanaman yang selalu
berdaun hijau dengan pengembangan batang dan daun tipe 2 sampai 5 cm. Tanaman
tinggi merubah beberapa cm hingga 1m. Terkadang Mistletoes dapat merubah
setegah dari dedaunan dipohon. Seperti dwarf mistletoes mereka menghasilkan
haustoria dan sinkers lebih dari akar dan menyebabkan gembung pada cabang dan
melebar. Tipe penyebaran mereka lewat burung yang memakan biji
beri-berian(tainter and baker 1996). Tanaman itu sering digunakan untuk
dekorasi natal.
Bakteri
Bakteri diklasifikasikan kedalam bakteri dominan,
bersel satu , organisme prokariotip tanpa membran inti. Bentuk dan ukuran sel
menjadi gram posotif dan gram negatif, tampak dan tidak tampak, dan posisi dari
flagelata, tumbuhnya substrats dan teknik molekular digunakan untuk identifikasi
bakteri (agrios 2005). Umumnya bakeri memiliki tiga bentuk, kokus atau bulat,
berbentuk batang, dan spiral. Dimana beberapa bakteri memiliki sebuah miselium
seperti actinomycetes, yang lainnya berbentuk pleomorpik atau springlike. Kekhasan bakteri memiliki
diameter dari 0,2 sampai 2um dan panjang dari 1 sampai 10 um untuk bakteri
tidak bulat (agrios 2005). Beberapa sel memiliki flagela yang berlabuh
disitoplasma dan diperpanjang melalui membran sel. Flagela digunakan untuk
berenang dan mungkin terjadi disatu lokasi yang spesifik atau seluruh
sel(petrichous flagella)
Bakteri tidak memiliki struktur yang
spesial untuk penyebarannya. Penyebarannya berupa pasif diatmosfer dengan
tiupan angin pada tanaman dan permukaan tanah, atau berpindah melalui air.
Beberapa bakteri penyebarannya melalui serangga. Spora berdinding tebal untuk
melangsungkan hidupnya khususnya tahan terhadap kondisi merugikan dihasilkan
oleh beberapa bakteri, mungkin bertahan bahkan dalam air mendidih. Beberapa
bakteri relatif menyebabkan penyakit pada tanaman. Agrobakterium, clavibakter,
erwinia, psedomonas, xanthomonas, streptomyces, dan xylella merupakan genus
yang paling banyak. Erwina amylovora adalah penyebab binik api pada pohon apel
dan pear(agrios 2005). Beberapa bakteri dikaitkan dengan serangga dan sebagian
digunakan untuk pengendalian serangga secara biologis,seperti bacillus
thuringiensis( lihat bagian 19)
Virus dan viroid
Virus adalah penginfeksi partikel
nukleoprotein(sinclair and lyon 2005). Sejumlah virus seperti patogen, seperti
viroid(kecil,telanjang, circular RNA)dapat juga menyebabkan penyakit(agrios
2005). Dianggap sendirian. Partikel virus dan virion idak bernyawa dantidak
dapat bereproduksi diluar sel. Bagaimanapun, didalam sel menjadi aktif dan
dapat membelah hingga ratusan kali menggunakan material sel untuk hidup dan
bereproduksi. Sejumlah virus yang dikenal lebih dari 2000 dan satu sampai empat
menyebabkan penyakit pada tanaman(agrios 2005).mereka juga menyebabkan penyakit
pada serangga(lihat bagian 19). Virus menyebabkan penyakit, tidak oleh sel
pengurai atau membunuh mereka dengan racun, tapi dengan menghancurkan
metabolisme mereka. Karakteristik dari gejala dapat diketahui lewat test
serologi oleh ELISA(enzym- like immunosorbent assay), dan teknik genetik untuk
mengidentifikasi virus.
Virus memiliki banyak bentuk, mereka
mungkin berbentuk elogate(berbentuk seperti batang atau benang), spherical
(isometri atau bersegi banyak), atau rhabdovirus(basilius). Ukuran mereka
berbeda dari 0,01 sampai 0,3 um(10-300nm),meskipun beberapa bentuknya lentur
dan mencapai panjang 2000 nm. Banyak virus dapat dilihat dengan mikroskop
ekektron dan banyak yang lebih kecil dari bakteri. Virus memiliki dau bentuk
dasar:asam nukleida termasuk DNA dan RNA dan dapat berubah menjadi protein
pelindung atau kapsid. Beberpa virus menghasilakan senyawa kimia seperti
polyamines dan lemak.
Pengusiran virus dapat lewat (1)
binatang parasit seperti serangga, ulat, cacing; (2) tanaman parasit seperti
dodder; (3) parasit fungi ;(4)bibit; (5)pollen; (6)okulasi; (7) penyambungan;
(8) vegetatif buatan (agrios 2005). Sel tanaman memiliki beberapa dinding
selyang tidakdapat dimasuki oleh virus dan melukai jaringan pegangkut. Banyak
virus tanaman masuk lewat serangga seperti kumbang atau belalang, dan lewat
endapan ovule dengan menginfeksi serbuk sari. Pemasukan serangga kedinding sel
ketika memakan tanaman dapat membuat virus masuk. Beberapa virus bergerak dari
sel ke sel memlalui sel parenkim di keadaan tenang(1mm/hari), beberapa dapat
bergerak cepat dalam floem(agrios 2005).
Gejala infeksi virus banyak terjadi
di daun tetapi dapat terjadi dibagian tanaman lauin. Bercak dan mozaik adalah
tanda yang paling banyak. Mozaik biasanya bewarna kuning, hijau terang, atau
putih bercampur dengan hijau normal. Gejala lain termasuk layu, kerdil, daun
menggulung, menguning, loreng, cacar, tumor, berlubang, dan penyimpangan dan
perataan. Areal pertanian seperti tembakau, tomat, timun, gandum, barley,
jagung, kedelai, kunyit, crucifer, dan legum merupakan tanaman yang rentan
terjangkit virus(agrios 2005). Pohon buah juga retan. Lebih dari 100 virus yang
berbeda telah dicatat pda pohon hutan (cooper 1993). Tetapi, beberapa telah
dipelajari atau diklasifikasikan (sinclair and lyon 2005). Sulit untuk
mengetahui kepentingan ekonomi. Yang menarik, banyak virus terjadi pada pohon
juga terjadi pada tanaman pertanian. Contohnya bercak yang disebabkan oleh
virus mozaik tobacco dan elm mozaik yang menyebabkan daun menggulung pada
tanaman ceri. Satu dari banyak alasan mengapa virus muncul dan menyebabkan
beberapa penyakit hutan adalah karena pohon tumbuh dari biji dialam dan bukan
merupakan pencangkokan dan yang terpenting virus menyebar pada pohon
buah-buahan(cooper 1993)
Phytoplasma
Sekitar 200 tanaman berpenyakit menunjukkan bahwa
telah dinfeksi phytoplasma(dahulu dikenal sebagai mikoplasma-seperti organisme
[MLOs]). Tetapi beberapa diketahui terjadi pada pohon (hiruki 1988, sinclair
and lyon 2005). Elms dan ash adalah pohon yang paling banyak diserang.
Phytoplasma adalah organisme prokariotip dan tidak memiliki inti sel atau
dinding sel. Selnya terdiri atas sitoplasma, ribosom, dan beberapa materi inti
dan dibatasi oleh selapis sampai tiga lapis membran. Phytoplasma dapat berubah
menjadi filamen dan besar diameter dari 175 -250 um. Mereka bereproduksi
melalui pucuk dan pembelahan tidak memiliki rambut, tidak menghasilkan spora
dan merupakan negative gram. Banyak yang berpindah melalui serangga seperti
belalang dan kumbang.
Elm ploem necrosis, atau yellows
telah membuat ribuan pohon ditengah dan utara amerika serikat(agrios 2005).
Daun gugur dan keriting, kekuning-kuningan bahkan cklat dan kahirnya jatuh.
Pohon biasanya mati degan cepat. Patogen berpindah dari tanaman berpenyakit ke
tanaman sehat lewat belalang. Warna yang tidak sama dari dalam kulit kayu atau
floem biasanya terjadi pada tahap lanjut dari penyakit ini dan mungkin tidak aktif pada tanaman yag
busuk.
Ash yellow menyebar lewat belalang
dan kumbang. Gejalanya termasuk pertumbuhan yang lambat dan pertumbuhan secara radial,
mengurangi dormansi apikal, perkembangan akar, pembungaan, dan kelainan pada
batang. Foliar dan klorosis sering terjadi. Phytoplasma lain menyebabkan
kekuningan pada tanaman kelapa. Penyakit ini telah membunuh ribuan palem di
karebean, afrika barat, dan florida. Semuanya ditemukan mati dan akhirnya
roboh, seperti tiang telpon. Kumbang telah dijadikan sebagai penyebaran
phytoplasma.
Nematoda
Nematoda
adalah binatang menyerupai cacing, tetapi sangat berbeda dengan cacing
sebenarnya. Ada beberapa ribuan jenis dari nematoda dan banyak yang hidup di
air tawar, air asin, dan tanah, memakan mikroba, tanaman, dan binatang lain.
Banya kasus penyakit manusia, hewan , tanaman dikarenakan serangga(lihat bagian
19). Tanaman parasit nematoda kecil(15-35 um diameter dan panjang 30um sampai 4
mm)(jenkins and taylor 1967, agrios 2005). Mereka biasanya tidak terlihat
dengan mata telanjang, namun mudah diteliti dibawah mikroskop. Terkadang, akar
nematoda banyak yang menyerupai jarum-jarum kecil yang keluar dari akar.
Nematoda kurang lebih transparan,
umumnya berbentuk seperti belut, membulat dipersimpangan, dengan bagian tubuh
kecil dan tanpa kaki atau bagian tubuh lain. Betina dari beberpa jenis mungkin
menjadi bengkak di kedewasaan dan memiliki bentuk seperti buah pearatau tubuh
bulat(tainter and baker 1996). Tipe dari jantan dan betina dari tanaman parasit
nematoda ditunjukkan dibagian 10.5. tubuh nematoda memiliki kulit ari yang
tidak bewarna yang memiliki striasi atau tanda lain, dan sistem pencernaan
seperti pipa panjang berlubag dari mulut hingga eksofagus, usus besar, rektum,
dan anus. Bibir disekitar mulut biasanya enam. Perbedaan lain dari tanaman
parasit nematoda memiliki lubang atau tanduk, yag membocorkan sel tanaman.
Reproduksi melalui telur, tetapi banyak jenis yang kekurangan pejantan.
Siklus hidup dari kebanyakan nematoda
adalah sangat sama. Telur pertama menetas menjadi larva. Ada empat langkah
larva mengakhirinya diantaranya berganti kulit. Ganti kulit pertama biasanya terjadi
didalam telur dan terakhir terjadi dilarva perbedaan terjadi di jantan dewasa
dan betina. Betina dapat menghasilkan telur subur lewat kawin,
partenogenetically, atau hemaphroditically
lewat penghasilan sperma. Siklus hidup akan lengkap dari tiga sampai
empat minggu. Bagian siklus hidup nematoda biasanya dihabiskan di 15 cm diatas
tanah, meskipun beberapa mungkin jauh didalam tanah. Temperatur tanah, kelembapan, dan aerasi
mempengaruhi ketahanan dan pergerakannya. Berdasarkan kekuatan mereka, nematoda
bergerak sangat lambat, mungki tidak
lebih dari beberapa meter. Tetepi mereka sangat mudah berpindah dinah lembab
dimana terdapat lapisan lembab ditanah berpori. Mereka juga dapat beripindah
jauh di irigasi atau lumpur, dibagian atau tapak kaki hewan, di badai debu dan
diperkebunan dan tanaman kebun. Meskipun banyak tanaman parasit nematoda ditanah menyerang akar, aphelenchoides spp.
(pucuk dan daun nematoda) meyebar lewat percikan air hujan dan aliran air, dan
dapat bergerak sepanjang permukaan batang yang basah. Bursaphelenchus(nematoda
kayu pinus) dan rhadinaphelenchus(nematoda cincin merah kelapa) menyebar lewat
serangga.
Komentar
Posting Komentar